Kamis, 07 Januari 2016

Ketika Tulisan Mampu Mewakili Segala Rasa



Ketika tulisan mampu mewakili segala rasa




Bismillahhirrohmanirrohim…
Malam-malam yang terasa sesak apakah akan terus berlalu dengan ratapan kesedihan karena merindunya. Terlalu berharga waktuku jika hanya untuk dibuang-buang dengan ratapan kesedihan rindu. Karena darinya aku belajar merangkai kata menjadi kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf. Menulis mungkin kata yang tepat.
Aku merasa menulis mungkin aktifitas yang saat ini cocok dengan keadaan hati, karena terkadang bagiku sebuah tulisan adalag cermin diri seseorang, balajar dari diri ini setiap hati merasa bahagia entahlah tulisan selalu dengan tema bahagia dan begitupula sebaliknya karena menurutku tulisan itu akan indah jika memakai hati.
Berawal dari beberapa kalimat tentang rindu yang tak kunjung selesai karena kamipun tak kunjung bertemu, menjadi beberapa paragraph yang mungkin tak seindah tulisan para pecandu tulis menulis. Bagiku sudah cukup dengan tulisan kumelukiskan segala rasa yang ada dalam hati. Meskipun terkadang banyak rasa yang tak dapat terlukiskan dengan kata-kata. Tetapi setidaknya rasa itu tersampaikan meskipun hanya dengan tulisan.
Tak hanya menulis karena sebuah tulisan perlu keindahan dari kata-kata yang indah yang bersastra baik terkadang perlu untuk membaca, segalanya berawal dari membaca dan mampu menulis beberapa kata indah dengan rangkaian yang sederhana. Yang dibaca tak membuat pembacanya bosan karena kata-kata itu mengandung arti yang dalam.
Tak lengkap rasanya jika hanya menulis dan membaca tentunya harus ada teman yang pas dengan dua kegiatan tersebut salah satunya suasana tenang dan nyama, atau dengan secangkir kopi hangat yang menemani setiap tulisan-tulisan sederhana ini yang darinya tertuang ide-ide indah yang dapat terlukiskan dengan tulisan sederhana ini.
Dan tak lupa seseorang yang jauh di sana yang biasa kusebut dengan Mas kopi, apa kabar hari-harimu di sana? Di sini aku masih selalu merindukanmu, semoga kau di sana juga merindukannku agar tak semakin sesak rindu ini jika kupikul sendirian, terimakasih telah mengajarkanku banyak hal salah satunya menulis. Sederhana memang hanya menulis tetapi dengan tulisan fikiran kami menyatu menjadi satu lebur dalam tulisan sederhana namun dalam artinya. 

Tulungagung, Jum’at 8 Januari 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dipertemukan Kembali

Hallo lama tak bersua yaaa ~ Sebelum lanjut coba deh kalian baca di tulisanku yang berjudul “ Tuan Pejalan Pujaan Hati” di tulisan itu aku b...