Ketika tulisan mampu mewakili segala rasa
Bismillahhirrohmanirrohim…
Malam-malam yang terasa sesak apakah akan terus berlalu dengan
ratapan kesedihan karena merindunya. Terlalu berharga waktuku jika hanya untuk
dibuang-buang dengan ratapan kesedihan rindu. Karena darinya aku belajar
merangkai kata menjadi kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf. Menulis mungkin
kata yang tepat.
Aku merasa menulis mungkin aktifitas yang saat ini cocok dengan
keadaan hati, karena terkadang bagiku sebuah tulisan adalag cermin diri
seseorang, balajar dari diri ini setiap hati merasa bahagia entahlah tulisan
selalu dengan tema bahagia dan begitupula sebaliknya karena menurutku tulisan
itu akan indah jika memakai hati.
Berawal dari beberapa kalimat tentang rindu yang tak kunjung
selesai karena kamipun tak kunjung bertemu, menjadi beberapa paragraph yang
mungkin tak seindah tulisan para pecandu tulis menulis. Bagiku sudah cukup
dengan tulisan kumelukiskan segala rasa yang ada dalam hati. Meskipun terkadang
banyak rasa yang tak dapat terlukiskan dengan kata-kata. Tetapi setidaknya rasa
itu tersampaikan meskipun hanya dengan tulisan.
Tak hanya menulis karena sebuah tulisan perlu keindahan dari
kata-kata yang indah yang bersastra baik terkadang perlu untuk membaca,
segalanya berawal dari membaca dan mampu menulis beberapa kata indah dengan
rangkaian yang sederhana. Yang dibaca tak membuat pembacanya bosan karena
kata-kata itu mengandung arti yang dalam.
Tak lengkap rasanya jika hanya menulis dan membaca tentunya harus
ada teman yang pas dengan dua kegiatan tersebut salah satunya suasana tenang
dan nyama, atau dengan secangkir kopi hangat yang menemani setiap
tulisan-tulisan sederhana ini yang darinya tertuang ide-ide indah yang dapat
terlukiskan dengan tulisan sederhana ini.
Dan tak lupa seseorang yang jauh di sana yang biasa kusebut dengan
Mas kopi, apa kabar hari-harimu di sana? Di sini aku masih selalu merindukanmu,
semoga kau di sana juga merindukannku agar tak semakin sesak rindu ini jika
kupikul sendirian, terimakasih telah mengajarkanku banyak hal salah satunya
menulis. Sederhana memang hanya menulis tetapi dengan tulisan fikiran kami
menyatu menjadi satu lebur dalam tulisan sederhana namun dalam artinya.
Tulungagung, Jum’at 8 Januari 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar