Terimakasih
sudah datang tuan
Selamat
datang di ruang sesak ketikan tak berirama
Diriku
masih sedang menyembuhkan luka, apakah kau bersabar menanti luka itu kering?
Sekedar
berjalan beriringan bercerita tentang sakitku.
Kau
pernah merasakan hal yang sama bukan? Dan kau berhasil mengatasinya dengan
baik.
Ajarai
aku untuk bangkit tuan.
Bangkit
dari keterpurukan yang bergelayut di dinding kamarku setiap harinya
Aku
terus mencoba meraihmu agar tak jatuh terpuruk kembali
Menyulam
benang-benang kebahagian
Sambil
menutup lembaran-lembaran luka yang lalu
Bantu
aku menyulamnya agar menjadi indah
Ajari
aku menutup lembaran-lembaran luka itu agar tak menjadi perih kembali.
Tetaplah
menjadi teduh seperti ini tuan
Semoga
segala semogaku untukmu diijabah Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar