Kamis, 30 Maret 2017

PEMBUAL



PEMBUAL
Aku bukan perempuan lembut yang pandai bersabar dengan mengaitkan kutipan kata-kata indah tentang kesabaran. Aku hanya penikmat tulisan yang telah kau bohongi tuan. Diantara beberapa lelaki yang kukenal kau yang paling menyisakan perih. Kau tau kenapa? Kau berani-beraninya membicarakan tentang sebuah hubungan dengan keseriusan, kau berani-beraninya membicarakan tentang keluarga, kau berani-beraninya membicarakan tentang pernikahan.
Ku kira kau tak main-main membicarakan itu semua. Tetapi aku salah besar. Dengan umurmu yang tak muda lagi, kau dengan mudahnya hanya membual. Ingat Tuan segala perbuatan itu ada balasannya. Kau tahu ini benar-benar perih. Entahlah aku tak habis pikir bagaimana kau bisa seperti itu. Padahal aku percaya bahwa kau adalah peneduh, ternyata aku salah besar. Kau adalah pembual ulung.
Lekaslah berkaca tuan, kau tak muda lagi untuk sebuah permainan hati yang kau lakukan kepada setiap perempuan. Sudah saatnya kau berhenti kepada satu. Semoga kau lekas sadar tuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dipertemukan Kembali

Hallo lama tak bersua yaaa ~ Sebelum lanjut coba deh kalian baca di tulisanku yang berjudul “ Tuan Pejalan Pujaan Hati” di tulisan itu aku b...