Sabtu, 02 Desember 2017

RINDU DAN HARAPAN



Rindu dan harapan
Setelah hari itu, segalanya berubah perlahan. Hadirmu selalu kunantikan, jika tak memungkinkan temu mungkin hanya sekedar sapaan pagi lewat pesan singkat. Atau mungkin sekedar basa-basi, menyebalkan. Semakin ke sini semakin harapanku membumbung tinggi. Yang ku tahu aku harus siap menghadapi rasa kecewa, nanti. Sebenarnya tak hanya harapanku saja yang kupupuk. Namun juga memintamu dalam setiap lantunan doaku tak pernah henti kulakukan.
Ada yang tak bisa kupungkiri. Rasa takut kehilangan itu mulai hadir tanpa permisi. Takut selalu saja kutepis hadirnya. Lalu kupupuk kembali harapan itu dengan kerinduan yang tiada tau kapan berakhirnya. Setiap harinya rindu itu hadir lagi dan lagi. Kabar darimu semakin membuat rindu itu dipupuk hingga subur
Hingga pertemuan itu datang. Seketika pertemuan itu menyeka rindu yang menggunung dalam dada. Sapaan lembutmu, senyum indahmu, halus tuturmu dan pembicaraan ringan yang selalu saja mengiringi. semakin hari hadirmu bak malaikat tak bersayap *alay, karena engkau yang berbaik hati mengenalku, yang berbaik hati mendengarkan keluh kesahku, yang dengan hati-hati mengobati lukaku.
Ahh trimakasih hadirmu. Membuatku percaya bahwa masih ada orang baik di sini. Tidak hanya baik namun menyenangkan. Tak hanya menyenangkan namun juga menenangkan. Trimakasih sudah memberi banyak pelajaran. Trimakasih telah memberi obat terbaik. Harpaku semoga Tuhan membalas segala hal baik yang kau lakukan padaku. 
*Tulungagung, 3 Desember 2017 (saat segalanya telah sirna) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dipertemukan Kembali

Hallo lama tak bersua yaaa ~ Sebelum lanjut coba deh kalian baca di tulisanku yang berjudul “ Tuan Pejalan Pujaan Hati” di tulisan itu aku b...