Antara
Antara melupakan dan mengikhlaskan, ternyata tak mudah untuk
itu semua. Segala ceritaku dan ceritamu terkenang di jalanan kota ini. Tiada
habisnya aku merindukanmu, lagi dan lagi. Ah yasudahlah ini hanya kerinduan
sementara, anggap saja begitu.
Tak mudah memang, jika biasanya aku dan kamu ke sana kemari
bersama, mengeluhku padamu, bersandarku padamu, bercerita segalanya padamu. Dan
saat ini tiba-tiba kau tak berkabar tuan.
Aku mencoba mengikhlaskan kenangan itu terbawa angin
dijalanan, di perbukitan, di warung-warung kopi yang pernah kita singgahi kala
itu. Ini benar-benar membuatku sesak tuan. Tapi aku akan terus mencobanya tuan.
Aku tak ingin larut dalam perihnya ini tuan.
Aku mengerti saat ini aku harus benar-benar berhenti.
Berhenti untuk segala yang tentangmu tuan. Jangan tiba-tiba engkau kembali
tuan, karena aku hanya akan menjadi lemah lagi dan lagi. Entah mengapa begitu
menyakitkannya ini tuan.
Semoga segalanya lekas membaik wahai hati dan fikiran. semoga Tuhan selalu memberkahi.
