Selasa, 19 April 2016

Masih saja menyalahkan jarak



Bismillah . . .
Masih berusaha memahami jarak
Apa itu sebenarnya jarak? Sesuatu yang memisahkan ku dengan mu. Ya, itu setahuku. Memang saat ini aku belum sepenuhnya mengerti. Apa sebenarnya jarak? Ya memang awalnya aku mampu memahami jarak. Tetapi seiring berjalannya waktu sepertinya aku mulai membenci sebuah jarak. Jarak yang menimbulkan banyak permasalahan-[ermasalahan yang tak kunjung selesai karenanya.
Jarak, sesuatu yang menimbulkan rindu berkepanjangan, dan aku hanya mampu memendam, lalu menjadi sebuah tangisan, dan akhirnya menjadi sebuah amarah tak terkendalikan. Jarak, aku masih selalu ingin mampu memahami mu lagi dan lagi. Bagaimana cara ku berdamai dengan mu? Sedangkan rindu yang datang tak mampu dibendung.
Sabar, kata-kata itu yang sering terucap dari banyak orang. Tapi aku aku tak mampu menjadi sesosok wanita penyabar yang mampu menahan rindunya kepada kekasih hatinya yang jauh di sana. Dia (mas kopi) selalu berkata “sabar”. Masih kurangkah sabarku mas? Bukankah engkau di sana juga merindu? Mendambakan sebuah pertemuan? Ya meskipun hanya dengan obrolan-obrolan ringan bersama secangkir kopi seperti saat pertamakali kita bertemu dulu.
Ah entahlah, aku hanya seorang wanita yang tak mampu menahan rindu dan selalu menyalahkan sebuah “jarak”. Tuhan, ajarkan aku bagaimana mengerti dan memahami “jarak”, bagaimana cara berdamai dengannya. Tuhan,aku selalu percaya bahwa Engkau selalu punya rencana indah untuk ku dan untuk mu di balik sebuah jarak.
Malang,20 April 2016 05.38

Rabu, 16 Maret 2016

Untuk Semua Yang Pernah Menetap . . .



Bismillah . . .
Untuk semua yang pernah menetap di hati mereka
Perempuan… sebagian besar tak ada yang mau di tinggalkan ataupun meninggalkan. Tetapi seiring berjalannya sebuah hubungan sifat-sifat jelek itu muncul secara alami, karena itu sifat asli seseorang entah itu laki-laki atau perempuan. Tidak hanya itu rasa bosan karena terlalu dikekang dan kemanapun selalu dengannya, belum lagi dengan rasa curiga yang berlebihan hingga menimbulkan ketidaknyamanan atau kontak fisik yang terlalu sering sehingga membuat dia merasa tak dihargai, semua ini tak kenal laki-laki atau perempuan.
Saat engkau ditinggalkan lelakimu pastilah rasa sedih itu hadir tak hanya rasa sedih bahkan benci tiba-tiba datang. Belum lagi dengan adanya perempuan baru yang mampu mengisi kekosongan hati lelakimu, (dulu). Rasa tak ikhlas, iri ah entahlah rasa apa itu pasti bercampour menjadi satu, membuat emosimu naik turun hingga terkadang engkau sampai-sampai menggangu hubungan mereka. Entah dengan sekedar komen-komen pedas di akun media social si perempuan baru atau bahkan datang langsung kepadanya.
Ingat saudaraku perempuan, itu hubunganmu dengan si lelaki itu bukan si perempuan baru. Untuk apa sebenarnya kau melakukan itu, hanya sekedar melampiaskan emosi?. Kau seharusnya tau, jika kau melakukan perbuatan seperti di atas kau dianggap remeh oleh mereka karena kamu tak mampu melupakan dan mendapat kekasih yang lebih baik darinya. Mungkin malah mempermalukan dirimu sendiri dengan melakukan hal itu. Tak ada salahnya jika hanya melihat dri kejauhan dan menahan emosi, bersabar sejenak itu lebih baik. Coba perhatikan sebenarnya siapa lelakimu itu? Dia yang benar-benar tak baik atau si perempuan baru itu. Bukan asal ceplas-ceplos sana-sini menjelek-njelkkan mereka berdua.
Ingat si perempuan itu sama sepertimu yang lebih sering menggunakan perasaannya ketimbang akalnya. Kamu harus tau itu. Mungkin saja lelakimu tak berkata yang sebenarnya mengenai hbungan kalian dahulu yang hancur ditengah jalan. Bukan karena mau si perempuan jika itu terjadi, dia adalah orang baru dalam kehidupan lelakimu jadi tak perlu menyalahkannya, lekaslah mawas diri apa yang sebenarnya terjadi dengan hubungan kalian sehingga bisa hancur seperti itu. Mungkin saja itu dari kesalahanmu sehingga lelakimu meninggalkanmu untuk perempuan yang lain, mungkin salah satunya sifatmu atau tingkah lakumu atau apapun itu seperti yang tertulis di paragraph pertama itu.
Hai saudaraku perempuan ingat tak ada wanita yang rela melepasnya pergi begitu saja, terlebih dia langsung mendapatkan sesorang yang baru. Begitupula para lelaki, seharusnya kita memang harus mawas diri, dan mencoba menerima setiap guratan takdir dari-Nya. Bukankah itu lebih menyenangkan daripada bermusuhan di sana-sini.
Malang, 17 Maret 2016

Senin, 08 Februari 2016

Persinggahan


Persinggahan. . . . .
Perempuan mana yang mau hanya menjadi persinggahan?
Hampir tak ada sepertinya. Engkau para wanita di masalalunya janganlah terburu menganggap orang lain sebagai persinggahan, engkau yang di masa lalunya apakah kamu yakin kamu terbaik ? jika kamu yakin kamu terbaik mengapa lelakimu mengumbar janji kepada wanita lain, mengumbar kata-kata indah mengumbar tentang hubunganmu dengannya yang tak harmonis itu. Seharusnya kamu sadar dia sudah tak nyaman bersamamu. Dia hanya sekedar berjuang untuk beberapa saaat hingga dia menumukan orang yang dirasanya nyaman untuknya.
Janganlah terburu menyalahkan coba tanyalah kepada lelakimu dahulu dan mintalah dia menjawab dengan sebenar-benarnya. Tahukah kamu? Dia dihadapan wanita lain sudah tak menganggapmu ada. Tapi kamu berusaha mati-matian memperjuangkannya. Nah dia asik dengan yang lain. Jikalau dia sudah tak menganggapmu ada, hak wanita lain jikalau memang mau menjalin suatu hubungan dengan lelakimu, karena lelakimu sudah tak menganggapmu ada.
Jikalau dari awal wanita itu mengetahui dia milikmu tak pernah sedikitpun ada wanita mau mendekat dengannya, hanya karena dia yang gembar-gembor enggak punya kekasih ke sana sini dan mulai memberikan sinyal-sinyal tentang perasaan sukanya kepada wanita lain. Jika kamu memang tak ingin ada perempuan lain jagalah dia, buat dia nyaman bersamamu, buat dia menjadi orang yang apa adanya di depanmu. Jangan hanya menyalahkan wanita lain dengan mengecap wanita singgahan.

Jumat, 08 Januari 2016

Ada Apa dengan Masyarakat Negeriku Ini?

bismillahhirohmannirrohim...


Siang itu entah aku terheran-heran dengan pemandangan yang kulihat di sekitar tempat wisata yang ada di Tulungagung, sebenarnya tempat ini dahulu hutan jati. Tetapi ada yang janggal, hutan ini sekarang menjadi lahan pertanian. Bekas-bekas pohon-pohon jati yang sudah dibakar dan dijadikan lahan pertanian warga sekitar.
Ada apa sebenarnya dengan masyarakat Negeriku ini?
Katanya mencintai Negerinya
Katanya mencintai alamnya
Tetapi mana bukti mereka mencintai Negeri ini dan alam yang dimiliki Negeri ini
Mereka justrumenghabisakan kekayaan alam yang dimiliki negeri ini
Hutan ditebang habis dijadikan lahan pertanian
Apa karena ekonomi yang semakin sulit dan kebutuhan semakin banyak
Atau mungkin karena tikus-tikus sawah terkalahkan dengan tikus-tikus berdasi
Entahlah ada apa dengan semua ini.

Kamis, 07 Januari 2016

Ketika Tulisan Mampu Mewakili Segala Rasa



Ketika tulisan mampu mewakili segala rasa




Bismillahhirrohmanirrohim…
Malam-malam yang terasa sesak apakah akan terus berlalu dengan ratapan kesedihan karena merindunya. Terlalu berharga waktuku jika hanya untuk dibuang-buang dengan ratapan kesedihan rindu. Karena darinya aku belajar merangkai kata menjadi kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf. Menulis mungkin kata yang tepat.
Aku merasa menulis mungkin aktifitas yang saat ini cocok dengan keadaan hati, karena terkadang bagiku sebuah tulisan adalag cermin diri seseorang, balajar dari diri ini setiap hati merasa bahagia entahlah tulisan selalu dengan tema bahagia dan begitupula sebaliknya karena menurutku tulisan itu akan indah jika memakai hati.
Berawal dari beberapa kalimat tentang rindu yang tak kunjung selesai karena kamipun tak kunjung bertemu, menjadi beberapa paragraph yang mungkin tak seindah tulisan para pecandu tulis menulis. Bagiku sudah cukup dengan tulisan kumelukiskan segala rasa yang ada dalam hati. Meskipun terkadang banyak rasa yang tak dapat terlukiskan dengan kata-kata. Tetapi setidaknya rasa itu tersampaikan meskipun hanya dengan tulisan.
Tak hanya menulis karena sebuah tulisan perlu keindahan dari kata-kata yang indah yang bersastra baik terkadang perlu untuk membaca, segalanya berawal dari membaca dan mampu menulis beberapa kata indah dengan rangkaian yang sederhana. Yang dibaca tak membuat pembacanya bosan karena kata-kata itu mengandung arti yang dalam.
Tak lengkap rasanya jika hanya menulis dan membaca tentunya harus ada teman yang pas dengan dua kegiatan tersebut salah satunya suasana tenang dan nyama, atau dengan secangkir kopi hangat yang menemani setiap tulisan-tulisan sederhana ini yang darinya tertuang ide-ide indah yang dapat terlukiskan dengan tulisan sederhana ini.
Dan tak lupa seseorang yang jauh di sana yang biasa kusebut dengan Mas kopi, apa kabar hari-harimu di sana? Di sini aku masih selalu merindukanmu, semoga kau di sana juga merindukannku agar tak semakin sesak rindu ini jika kupikul sendirian, terimakasih telah mengajarkanku banyak hal salah satunya menulis. Sederhana memang hanya menulis tetapi dengan tulisan fikiran kami menyatu menjadi satu lebur dalam tulisan sederhana namun dalam artinya. 

Tulungagung, Jum’at 8 Januari 2015

Dipertemukan Kembali

Hallo lama tak bersua yaaa ~ Sebelum lanjut coba deh kalian baca di tulisanku yang berjudul “ Tuan Pejalan Pujaan Hati” di tulisan itu aku b...