Jumat, 08 Januari 2016

Ada Apa dengan Masyarakat Negeriku Ini?

bismillahhirohmannirrohim...


Siang itu entah aku terheran-heran dengan pemandangan yang kulihat di sekitar tempat wisata yang ada di Tulungagung, sebenarnya tempat ini dahulu hutan jati. Tetapi ada yang janggal, hutan ini sekarang menjadi lahan pertanian. Bekas-bekas pohon-pohon jati yang sudah dibakar dan dijadikan lahan pertanian warga sekitar.
Ada apa sebenarnya dengan masyarakat Negeriku ini?
Katanya mencintai Negerinya
Katanya mencintai alamnya
Tetapi mana bukti mereka mencintai Negeri ini dan alam yang dimiliki Negeri ini
Mereka justrumenghabisakan kekayaan alam yang dimiliki negeri ini
Hutan ditebang habis dijadikan lahan pertanian
Apa karena ekonomi yang semakin sulit dan kebutuhan semakin banyak
Atau mungkin karena tikus-tikus sawah terkalahkan dengan tikus-tikus berdasi
Entahlah ada apa dengan semua ini.

Kamis, 07 Januari 2016

Ketika Tulisan Mampu Mewakili Segala Rasa



Ketika tulisan mampu mewakili segala rasa




Bismillahhirrohmanirrohim…
Malam-malam yang terasa sesak apakah akan terus berlalu dengan ratapan kesedihan karena merindunya. Terlalu berharga waktuku jika hanya untuk dibuang-buang dengan ratapan kesedihan rindu. Karena darinya aku belajar merangkai kata menjadi kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf. Menulis mungkin kata yang tepat.
Aku merasa menulis mungkin aktifitas yang saat ini cocok dengan keadaan hati, karena terkadang bagiku sebuah tulisan adalag cermin diri seseorang, balajar dari diri ini setiap hati merasa bahagia entahlah tulisan selalu dengan tema bahagia dan begitupula sebaliknya karena menurutku tulisan itu akan indah jika memakai hati.
Berawal dari beberapa kalimat tentang rindu yang tak kunjung selesai karena kamipun tak kunjung bertemu, menjadi beberapa paragraph yang mungkin tak seindah tulisan para pecandu tulis menulis. Bagiku sudah cukup dengan tulisan kumelukiskan segala rasa yang ada dalam hati. Meskipun terkadang banyak rasa yang tak dapat terlukiskan dengan kata-kata. Tetapi setidaknya rasa itu tersampaikan meskipun hanya dengan tulisan.
Tak hanya menulis karena sebuah tulisan perlu keindahan dari kata-kata yang indah yang bersastra baik terkadang perlu untuk membaca, segalanya berawal dari membaca dan mampu menulis beberapa kata indah dengan rangkaian yang sederhana. Yang dibaca tak membuat pembacanya bosan karena kata-kata itu mengandung arti yang dalam.
Tak lengkap rasanya jika hanya menulis dan membaca tentunya harus ada teman yang pas dengan dua kegiatan tersebut salah satunya suasana tenang dan nyama, atau dengan secangkir kopi hangat yang menemani setiap tulisan-tulisan sederhana ini yang darinya tertuang ide-ide indah yang dapat terlukiskan dengan tulisan sederhana ini.
Dan tak lupa seseorang yang jauh di sana yang biasa kusebut dengan Mas kopi, apa kabar hari-harimu di sana? Di sini aku masih selalu merindukanmu, semoga kau di sana juga merindukannku agar tak semakin sesak rindu ini jika kupikul sendirian, terimakasih telah mengajarkanku banyak hal salah satunya menulis. Sederhana memang hanya menulis tetapi dengan tulisan fikiran kami menyatu menjadi satu lebur dalam tulisan sederhana namun dalam artinya. 

Tulungagung, Jum’at 8 Januari 2015

Nikmatnya Rindu dan Pertemuan Selanjutnya





Nikmatnya Rindu dan Pertemuan Selanjutnya


Sore itu ditemani suara hiruk pikuk Batu, suatu perasaan yang sudah lama memang, dan aku berusaha untuk menepis rasa itu, karena dari beberapa pengalaman mengajarkan segala bentuk perhatian itu bukan berarti cinta, tetapi hanya sebatas perhatian seorang teman tak lebih. Ya layaknya teman aku berusaha setenang mungkin mendengar pernyataanya, tak disangka dia mengungkapkan sesuatu yang tak pernah kukira, ya perasaan ini bersambut tapi aku tak ingin buru-buru membalas pernyataannya karena segala sesuatunya perlu pertimbangan.
Setelah beberapa hari, tepatnya di Malam Maulid Nabi Muhammad SAW. entah apa yang kami bahas dalam percakapan kecil kami di hp, tiba-tiba terceletuk pertanyaan darinya, ya Allah apa ini kenapa hati ini begitu bahagia rasanya ingin melompat-lompat. Baiklah aku mulai berusaha menjawab dengan sejujurnya padanya. Ya semenjak malam itu kami menjadi sepasang manusia yang berbahagia. Setelah malam itu hari demi hari kami lewati dengan hati dengan penuh gejolak cinta. Entahlah tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.
Dia sebut saja mas kopi karena dia adalah penyuka kopi. Semenjak menjalin hubungan denganya aku belajar bahwa cinta itu tumbuh pelan-pelan, aku belajar bahwa sendirian menyenangkan, namun berduapun bisa demikian, aku belajar bicara panjang lebar tanpa harus merasa bosan, aku belajar mulai memperhatikan masa depan. Semua pelajaran berharga kudapat darinya.
Tetapi ternyata tak semudah seperti yang dibayangkan, entah rasa apa ini ingin bertemu dan ingin bertemu, banyak orang menyebutnya rindu. Semakin hari hati ini sesak dipenuhi rasa rindu padamu mas kopi. Semakin hari rasa itu semakin menjadi-jadi. Karena jarak yang memisahkan kami yang membuat kami tak saling bertemu walau hanya bertegur sapa, ya semenjak itu aku mulai menyalahkan jarak, karenanya terkadang kesabaran ini mulai pudar dan menjadi amarah yang terpendam dan air matapun tak henti-hentinya mengalir denag sendirinya, ya Allah Engkaulah segala pemilik rasa ini mengapa begini pedihnya rindu. Aku tak bisa dan tak mungkin menyalahkan rasa itu.
Dari situ aku belajar bahwa sebenarnya jarak itu baik, ia memberi waktu untuk pertemuan selanjutnya, jeda untuk kita berdoa. Karena setiap rindu yang kurasakan tak pernah bisa kulukiskan dengan kata-kata. Di situ aku juga belajar bahwa Allah menciptakan jarak memang agar kita bisa menikmati rasanya rindu dan bersabar atas pertemuan kita. Bersabarlah wahai hati, bersinarlah terus jangan redup termakan rindu. Aku hanya mampu berharap kerinduan ini segera berakhir ketika bertemu denganmu.


Dipertemukan Kembali

Hallo lama tak bersua yaaa ~ Sebelum lanjut coba deh kalian baca di tulisanku yang berjudul “ Tuan Pejalan Pujaan Hati” di tulisan itu aku b...