Lelaki berambut panjang
itu,
Tak pernah terfikirkan
sebenarnya tentang mereka, yaa mereka para lelaki berambut panjang. Awalnya aku
hanya mengenal seorang kawan yang berambut gondrong. Lalu tak lama kemudian
sering sekali mengenal orang baru yang berambut gondrong. Mungkin banyak yang
berfikiran miring tentang lelaki berambut gondrong. Entah tentang tingkah
lakunya atau sekedar pergaulannya.
Yaa awalnya dulu sempat
diriku ini berfikiran sempit kalau lelaki berambut gondrong itu pasti anak
nakal yang gak punya sopan santun. Yaa Tuhan, ternyata itu salah besar. Mereka
yang ku kenal yang berambut gondrong adalah mereka yang memiliki kehidupan
sosial yang baik. Seperti, lebih mudah bergaul dengan orang baru, menghargai
hadirnya orang baru, menjaga tingkah laku dengan orang baru, dan jika telah
lama menganal mereka adalah manusia-manusia baik yang mampu menjadi pendengar
dan pembicara yang baik.
Mereka adalah manusia
penolong yang tak pernah meminta imbalan. Ikhlasnya mereka itu lebih-lebih. Yaa
meskipun setiap manusia memiliki sisi buruknya masing-masing tapi tidak semua
lelaki gondrong itu tak baik. Tergantung saja di mana mereka dibesarkan, di
mana mereka mengenyam pendidikan.
Lebih-lebih jika mereka
adalan lelaki lulusan pesantren salaf yang kental sekali dengan kitab-kitab
kuning. Dan yang khas lagi mereka suka sekali dengan tembakau. Yaa jika tidak
semua mumgkin kebanyakan orang yang saya kenal. Tapi mereka adalah orang baik
yang menguasai ilmu agama tentunya tak pernah memperlihatkan kemahirannya dalam
ilmu agama.
Okee kembali lagi pada
gondrong, memang tak semua santri salaf menyukai rokok dan berambut gondrong.
Dan tak hanya santri salaf saja yang menyukai rambut gondrong. Tapi percayalah
mereka yang berambut gondrong belum tentu orang yang tak baik. Tak jarang dari
mereka adalah manusia yang benar-benar baik.
Bagiku lelaki gondrong
dan penyuka tembakau terlebih lagi mereka selalu suka dengan warung kopi, hehe
sok tau gak sii akunya. Ya mereka adalah manusia-manusia dengan tingkat
kesenian yang tinggi bagiku loh yaa, jika kalian tak setuju tak apa. Karena
mungkin orang yang kutemui tak sama dengan yang kalian temui. Hahaha
Meraka tak terlalu
menonjolkan kemampuannya, terlebih jika bertemu mereka di warung kopi. Yaa
dengan style yang apa adanya itu membuat kita sering tertipu dengan penampilan
luarnya, karena banyak dari mereka adalah manusia-manusia seni yang memliki
kemampuan seperti menggambar, fotografi, menulis, bermusik ah banyak sekali
lainnya.
Dan entahlah sejak
kapan aku mengagumi lelaki berambut gondrong yang berteman tembakau dan
cangkir-cangkir kopi itu, terlebih lagi mereka suka berkendara dengan vespa.
Yaa bagiku mereka sedap dipandang oleh mata, anggap saja mereka itu keren
begitu yaa. Belum lagi kalau mereka sedang mengibaskan rambutnya atau menguncir
rambutnya. Tuhan makhluk-Mu yang satu ini indah sekali. Wkwkwk *mungkin aku
sedang gila
Lalu terimakasih para
lelaki gondrong karena kalian selalu sedap dipandang dan semoga semua lelaki
gondrong yang kukenal maupun tidak kalian adalah manusi baik seperti di atas.
Dan kalian yang tak setuju dengan tulisanku yaa maafkan diriku yaa.
Dan malam ini saat aku
menulis ini di tempat ini banyak sekali lelaki gondrong itu. kalian luar biasa
ndrongg. Dan trimakasih untuk manusia di foto itu hahaha.
Malang, 22 juli 2017
22.00WIB

