Selasa, 18 Juli 2017

SEBUAH USAHA MELUPAKAN



Sebuah Usaha Melupakan

Dan sebuah usaha melupakan itu tiada henti kulakukan. Seperti, berjalan menyusuri rerimbunan, pantai, yang sepi. Lalu sesekali menari bersama angin saat angin datang berhembus. Sesekali pula duduk terdiam di bawah pepohonon sambil memandang hampa lalu menangis senggukan.

Tak hanya itu, rutinitas berlari yang pura-puranya untuk mengurangi timbangan berat badan. Yaa sebenarnya itu hanya alasan klasik saja. Bagiku “berlari adalah pelarian terbaik saat hati sedang tak baik” yaa begitu kurang lebihnya berlari saat ini. Yaa setidaknya agar hati ini mampu segera berdamai dengan masa lalu kelam itu

Lalu membaca novel-novel roman yang bertema patah hati. Oh Tuhan ternyata itu makin membuatku selalu mengingatnya. Lalu pernah suatu hari kucoba membaca novel bertema jatuh cinta. Nah, ini novel yang tepat. Karena mungkin saja hati ini kembali berharap pada anak manusia yang baik hati yang benar-benar tak akan melukai.

Tapi semua usaha itu saat ini belum cukup banyak membuahkan hasil. Butuh waktu yang panjang sepertinya untuk benar-benar sembuh dari luka masa lalu itu. Belum lagi jika dia tengah menggoda sekedar bertanya kabar. Tuhan rasanya usahaku selama ini seperti debu yang terbawa angin begitu saja. Yaa mungkin karena rasa itu belum hilang sepenuhnya.

Yaa begitulah diriku jika sudah mencinta. Apalagi mencintaimu ini sepertinya terlalu dalam hingga aku jatuh ke dalam jurang cinta itu sendiri. Harapku semoga ada anak manusia yang berbaik hati membantuku keluar dari jurang dalam ini.

Yaa harapku tak pernah lelah kulantunkan padaNYA. Pada setiap sujud dan bait-bait do’a. Tiada berhenti memohon. Yaa karena penawar dan penolong terbaik akan datang dari-NYA. Aku benar-benar percaya itu.

Malang, 19 Juli 2017 (01.33 WIB)
*aku : perempuan setenggah waras karena cinta yang gemar menari bersama angin yang dipercaya lekas membawa dia entah ke mana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dipertemukan Kembali

Hallo lama tak bersua yaaa ~ Sebelum lanjut coba deh kalian baca di tulisanku yang berjudul “ Tuan Pejalan Pujaan Hati” di tulisan itu aku b...