PEMBUAL
Aku bukan perempuan lembut yang pandai bersabar dengan mengaitkan
kutipan kata-kata indah tentang kesabaran. Aku hanya penikmat tulisan yang
telah kau bohongi tuan. Diantara beberapa lelaki yang kukenal kau yang paling
menyisakan perih. Kau tau kenapa? Kau berani-beraninya membicarakan tentang
sebuah hubungan dengan keseriusan, kau berani-beraninya membicarakan tentang
keluarga, kau berani-beraninya membicarakan tentang pernikahan.
Ku kira kau tak main-main membicarakan itu semua. Tetapi aku salah
besar. Dengan umurmu yang tak muda lagi, kau dengan mudahnya hanya membual. Ingat
Tuan segala perbuatan itu ada balasannya. Kau tahu ini benar-benar perih. Entahlah
aku tak habis pikir bagaimana kau bisa seperti itu. Padahal aku percaya bahwa
kau adalah peneduh, ternyata aku salah besar. Kau adalah pembual ulung.
Lekaslah berkaca tuan, kau tak muda lagi untuk sebuah permainan
hati yang kau lakukan kepada setiap perempuan. Sudah saatnya kau berhenti
kepada satu. Semoga kau lekas sadar tuan.
